Tuesday, March 27, 2018

KISAH KEJUJURAN ABDUL QADIR JAELANI

Pada suatu hari, Abdul Qadir Jaelani meminta izin Ibundanya untuk menuntut ilmu ke Baghdad. Kemudian celengan yang berbentuk guci dipecahkan oleh Ibunda Abdul Qadir Jaelani.

"Praaaaang."

"Wahai Ibunda, mengapa engkau pecahkan guci ini?", tanya Abdul Qadir Jaelani.

"Uang dinar yang ada di guci ini sebagai bekalmu untuk menuntut ilmu, Nak."

Sembari menjahit uang dinar di mantel yang akan dipakai anaknya untuk menuntut ilmu, Ibunda Abdul Qadir Jaelani berpesan, agar Abdul Qadir Jaelani selalu berkata jujur di setiap keadaan dan semoga Allah subhanallahuwata'ala selalu memberikan perlindungan.

Selama perjalanan, Abdul Qadir Jaelani selalu mengingat pesan Ibundanya. Tiba - tiba, Abdul Qadir yang berangkat bersama rombongan kafilah yang hendak ke Baghdad dihadang oleh segerombolan perampok. Para perampok mengambil seluruh harta yang dibawa oleh rombongan kafilah. Kemudian seorang perampok mendekati Abdul Qadir Jaelani dan menanyakan harta yang dia bawa.

"Aku mempunyai koin - koin uang dinar di balik mantelku ini", kata Abdul Qadir Jaelani.

Perampok itu terkejut dan tidak percaya mendengar perkataan Abdul Qadir Jaelani. Lalu, Abdul Qadir Jaelani dibawa oleh perampok untuk bertemu pimpinan perampok.

"Wahai Anak Muda, mengapa kau ceritakan kepada anak buahku, perihal uang koin yang dijahit Ibumu di balik mantelmu?"

"Ibuku yang memerintahkan kepadaku untuk senantiasa berkata jujur dan aku tidak mau menjadi anak yang durhaka."

Pimpinan perampok tersebut seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak sekecil Abdul Qadir Jaelani. Dia malu dengan dosa - dosanya selama ini. Pimpinan perampok itu kemudian bertaubat lalu diikuti para anak buahnya.

#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day1
#keluargadeziberkisah
#berkisahdenganhikmah

0 komentar:

Post a Comment